Sabtu, 02 Oktober 2010

Lima Kebutuhan Utama Dalam Survival


Untuk menambah tenaga dan mempertahankan kondisi tubuh serta usaha untuk terlepas dari kondisi survival, ada lima kebutuhan yang harus diusahakan, yaitu :
1.      Perlindungan terhadap faktor yang mengancam
Perlindungan tersebut tidak hanya bangunan yang kita dirikan. Termasuk baju yang merupakan perlindungan kita dari penyakit/cedera. Jadi kegiatan yang harus kita usahakan adalah :
-          Perlindungan terhadap cuaca(panas, dingin, hujan, angin) dan faktor-faktor medan(gunung, lembah, rawa, tebing, sungai dan sebagainya)
-          Perlindungan terhadap gangguan binatang
-          Perlindungan terhadap makanan/minuman yang membahayakan/beracun
-          Perlindungan yang berasal dari dalam tubuh kita sendiri
-         Perlindungan terhadap penyakit/cedera ataupun semakin memburuknya penyakit/cedera tersebut(jika sudah terkena)

Hal yang perlu diperhatikan adalah perlindungan terhadap cuaca dingin, karena hal ini yang paling sering mengalibatakan kematian para pendaki. Udara yang dingin, hujan, angin, dapat mempengaruhi penurunan suhu tubuh sampai lebih dari 30 C. Jika hal ini terjadi maka akan dapat mengakibatkan kematian. Hal ini dapat terjadi tanpa disadari karena proses respirasi, konduksi, konveksi, evaporasi, radiasi.

 Contoh : bila pakaian kita basah maka lama-kelamaan akan menjadi kering. Hal ini karena adanya pemindahan panas dari tubuh kita ke pakaian dengan cara konduksi. Contoh lain adalah bila cuaca di sekitar kita dingin. Lama-kelamaan seolah-olah kita terbiasa dengan suhu udara tersebut. Hal ini karena di sekitar kita ada satu lapisan udara yang kita panaskan oleh panas tubuh kita secara radiasi. Bila tiba-tiba angin bertiup, kita rasakan udara yang dingin. Hal ini karena udara yang telah kita panaskan tadi tergeser dari sekitar tubuh kita dan dijauhkan oleh udara yang bersuhu dingin, sehingga setiap angin bertiup kita merasakn dingin. Seandainya pada kegiatan kita turun hujan dan pakaian kita basah kuyup dan kemudian angin bertiup kencang. Maka akan terjadi penurunan suhu tubuh dengan cepat karena panas tubuh kita akan berpindah ke pakaian secara konduksi dan adanya aliran udara menyebabkan peristiwa konveksi.
Tanda- tanda terjadinya penurunan suhu tubuh pada seseorang adalah : menggigil, kulit pucat dan dingin. Terutama ujung-ujung jari, telinga, dan hidung. Kita akan dapatkan tersebut dengan posisi mendekatkan seluruh anggota tubunya. Bila keadaan ini berlangsung terus maka orang tersebut akan pingsan dan kemudian meninggal. Cara mengatasi ancaman terhadapa cuaca dingin ini juga kita sebut sebagai teknik survival.
Pada dasarnya untuk mengatasi cuaca dingin adalah dengan memberikan perlindungan pada tubuh kita, baik dari dalam maupunn dari luar, yang akan dibahas secara khusus.
1.      Bivak
Tujuan untuk bivak adalah sebagai tempat perlindungan yang nyaman untuk melindungi diri kita dari faktor-faktor basah, angin, binatang buas, dan sebagainya. Adapun syarat yang harus diperhatikan dalam membuat bivak adalah :
-       Kondisi medan(punggungan, lembah, basah, kering, terbuka, tertutup)
-       Fasilitas alam yang menunjang di sekitar kita(pohon, daun-daunan, gua, lubang) dan bahan yang kita bawa(ponco, jas hujan, plastik, dan sebagainya)
Yang harus diingat dalam membuat bivak adalah :
-       Bivak jangan sampai bocor
-       Pilih lokasi yang baik
-       Jangan terlalu merusak alam di sekitarnya
2.      Pakaian
Untuk menahan agar panas tubuh kita jangan banyak keluar, sebaiknya kita melindungi tubuh dengan pakaian tahan air dan tahan dingin.

2.      Makanan
Salah satu penunjang perlindungan tubuh yang berasal dari dalam adalah makanan, yang dibutuhkan untuk memenuhi kalori, Memberikan tenaga pada otot, dan mengganti substrat atau jaringan-jaringan yang rusak. Sumber makanan dapat kita peroleh dari tumbuhan dan binatang di daerah sekitar kita.
a.       Makanan dari binatang
Makanan dari sumber binatang terutama kita butuhkan andungan lemak dan proteinnya. Golongan-golongan hewan yang dapat kita manfaatkan sebagai sumber makanan adalah :
-       Binatang lunak
-       Serangga
-       Reptil
-       Unggas
-       Binatang bertulang belakang
Yang menjadi masalah adalah cara menangkapnya. Jangan sampai usaha kita mendapatkan binatang itu menjadi terlalu melelahkan dan kemungkinan membuat kita putus asa.
b.      Makanan dari tumbuhan
Tumbuhan-tumbuhan terutama memberikan karbohidrat dan dengan seratnya memperlancar pencernaan. Harus diperhatikan dalam keadaan survival kita harus makan sedikit demi sedikit tumbuhan yang tidak umum kita makan. Sebaiknya tidak hanya satu jenis makanan saja. Hal-hal yang harus diingat antara lain :
-       Kita dapat mencontoh binatang untuk menentukan apakah tumbuhan tersebut dapat dimakan tidak bila binatang tersebut adalah binatang menyusui
-       Bila kita dapatkan jamur/cendawan maka sebaiknya tidak kita makan karena memilih yang beracun atau tidak adalah sangat sukar. Selain itu apabila dimakan tidak banyak menghasilkan kalori
3.      Api
Selain dapat menghangatkan tubuh kita yang lebih penting lagi juga dapat meningkatkan semangat psikologis. .........yang dalam kondisi survival pertama kali akan memilih membuat api sebelum melakukan yang lain. Fungsi api lainnya adalah :
-       Penerangan
-       Memasak makanan/minuman
-       Membuat tanda-tanda atau kode
Api kecil lebih menghemat bahan bakar dan akan lebih mudah dikontrol.


Jika kita tidak mempunyai bahan yang mudah terbakar harus kita siapkan bahan bakar di sekitar kita, yaitu :
-       Potongan-potongan kecil kayu kering
-       Serbuk penyala
Panas yang menyebabkan timbulnya api dapat kita peroleh dari korek api, lensa pembesar, batu penyala, dan lainnya

4.      Air
Sangat diperlukan untuk setiap aspek kehidupan dan merupakan prioritas dalam survival. Jika kita kekurangan air dapat menyebabkan dehidrasi(tubuh kekurangan cairan). Dehidrasi ini terjadi karena adanya proses penguapan dari tubuh kita. Keadaan dehidrasi yang berlebihan dapat juga menyebabkan kematian. Dari data statistik yang diperoleh : bila seseorang tidak mendapatkan air sama sekali dalam waktu 3 hari maka dia akan terancam kematian. Cara mengatasinya adalah kita harus minum cukup(2 liter/hari). Bila kemudian persediaan air kita habis, maka kita harus mampu mencarinya.
Klasifikasi air dalam srvival dapat kita bagi atas :
-            Air yang dapat diminum langsung, syaratnya tidak berwarna dan tidak berbau. Contohnya adalah air dari mata air, sungai, danau, hujan. Jika tidak diperoleh sumber dapat dicari dari tumbuhan yang mengandung air dan tidak beracun. Jenis tumbuhan yang mengandung air adalah :
o    Tumbuhan yang beruas-ruas, misalnya rotan.
o    Tumbuhan yang merambat, misalnya lumut
o    Tumbuhan khusus, misalnya kantong semar
Jejak binatang menyusui juga menunjukkan lokasi mata air karena pada pagi dan sore hari binatang-binatang pasti akan membutuhkan minum.
-           Air yang tercemar dan membutuhkan proses yang rumit sehingga bisa diminum. Contohnya adalah air belerang, air rawa dengan tingkat keasaman tinggi, air dari limbah pabrik, dan sebagainya.
-          Air yang tercemar tetapi dengan proses sederhana dapat diminum, seperti air yang tergenang, air berlumpur, air sungai besar, dan lainnya.
Hal yang perlu diperhatikan adalah jika air menjadi salah satu masalah yang kritis, jangan memasak sesatupun. Sebab air tidak hanya digunakan untuk melancarkan makanan melalui usus, tetapi juga melunakkan dan mencairkan makanan. Proses pencernaan sendiri membutuhkan air dalam proses kimiawi antara makanan dan usus.

5.      Peralatan Pendukung
Dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :
a.       Alat bantu kemampuan survival
Senjata tajam merupakan alat bantu yang utama. Dengan alat ini kita dapat membuat bivak, mencari kayu, membuat jerat, mencari air, dan lain-lain. Alat pembuat api juga sangat membantu kita untuk bertahan.
b.      Alat bantu memberikan tanda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar