Sabtu, 10 April 2010

Menjelajahi Samudra HindiaYogyakarta


Pesan Avante:
“Seperti Hartaku yang slalu ku jaga setiap saat, seperti itulah bumi ini kami jaga dan lestarikan, Buang sampah pada tempatnya akan merubah dunia dari polusi dan menunda kerusakaan bumi” By Edelwise

Tanggal 28 Februari 2010 menjadi hari bersejarah bagi kami. AVANTE. Tanggal ini kami berkunjung ke pantai gunungkidul. Berangkat pada hari Sabtu (27 Februari 2010) dan pulang pada hari
Minggu (28 Februari 2010). Trus apa yang kami lakukan saat itu….?
Kami ke pantai Gunungkidul bukan sekedar jalan-jalan biasa tapi ada etika khusus yang kami pakai saat itu yaitu melakukan Bakti Pantai. Berangkat kira-kira jam 17.00 sore dan sampai di pantai Drini kira-kira jam 19.00 malam. 2 jam perjalanan dari kota jogja ke daerah selatan laut gunungkidul. Di pantai ini kami juga menyempatkan diri untuk beribadah sholat di masjid dekat pantai dan tanpa disengaja masjid tersebut ramai banyak jamaahnya karena sempat digunakan sebagai pondok pesantren dari kecamatan sebelah. Kemudian kami menitipkan sepeda motor dan bergegas untuk mengarungi sepanjang pantai gunungkidul. Kira-kira 1 jam perjalanan kami menginap di sebelah barat pantai drini yang sangat tak dapat dijangkau manusia umumnya. Kami menyebutnya pantai batu. Karena banyak batunya dan sempat kecewa kerena mustahil mendirikan doom di tempat itu. Dan akhirnya kami bisa mendirikan doom dan melanjutkan acara dengan remeh temeh dengan anggota avante 09. Sayang anggota 09 yang hadir Cuma seorang….Mas Rifki…..hehehe. dan akhirnya setumpuk jagung yang kami bawa dari UGM telah habis kami santap malam itu juga menjadi bakaran jagung tanpa biji berserakan….
Setelah itu kami mengambil posisi masing-masing tanpa selimut dan tanpa tenda menutupi tempat tidur kami diatas batu dan pasir pantai yang alami kami terlentang senyap menanti esok. Esok pun tiba setelah terlelab, mengarungi sepanjang pantai yang mengasikkan. Kami melanjutkan perjalanan ke timur menuju pantai sundak yang khasnya indah menawan seperti pantai kute bali. Dalam perjalanan tersebut kami memunguti sampah selayaknya pegawai kebersihan PEMKOT gunungkidul, tapi gak papalah semua juga untuk kebersihan dan sikap cinta kita kepada lingkungan. Bujubuset ternyata banyak sekali sampah berserakan plastic, kaleng, sandal dan rata-rata dari itu semua adalah sampah tidak dapat diuraikan organik. Kerap tempat wisata, pengunjung membuang sampah tanpa dosa membuangnya sembarangan padahal sampah yang kita buang akan menanti bencana buat kita semua. Kira-kira perjalanan sekitar 4 jam untuk memunguti sampah dan mendapat 2 kantong mayat isi sampah.

3 komentar:

  1. sing munggah gunung endi dul??

    BalasHapus
  2. yo

    iki tak posting

    follower kae diisi

    BalasHapus
  3. males ah.. fotoku ganti sik sing neng puncak! lagi tak follow..

    BalasHapus