Perjalanan dimulai dari sekretariat Avante pada pukul 08.00. Pengarung yang akan berangkat sendiri berjumlah 12 orang. Lokasi yang akan dituju adalah basecamp untuk rafting yang ada di sekitar Candi Mendut. Untuk menuju lokasi kami menaiki motor melewati jalan magelang – borobudur, yang sudah dibuka kembali setelah banjir lahar dingin yang dulu melanda Kali Putih sempat menyebabkan jalur ini ditutup. Pada pukul 09.00 kami sudah sampai di lokasi. Setelah beristirahat sebentar, dilanjutkan dengan pengenalan alat dan teknik mendayung yang benar. Kemudian untuk menuju titik awal pengarungan kami berangkat menaiki mobil jenis pick-up yang sudah dimodifikasi sehingga dapat mengangkut pengarung di bagian dalam dan perahu diangkut di bagian atas mobil. Kapasitas mobil jenis ini sendiri dapat mengangkut sekitar 16 orang. Dengan jumlah kami yang ber-12 ditambah dengan seorang sopir dan 3 orang pemandu maka kami duduk berdesak – desakan di dalam. Tetapi walaupun dengan keadaan seperti ini guyonan – guyonan dan suara tertawa teman – teman tidak berhenti memenuhi mobil yang sebelumnya sudah sesak dan panas.
Tiba di lokasi awal pengarungan kami mendengarkan pengarahan dari pemandu. Baru kami memasuki perahu untuk bersiap memulai pengarungan. Keadaan sungai sendiri berwarna coklat, arus cukup deras, dan debit air cukup tinggi dikarenakan hujan turun pada pagi dini harinya. Lebar sungai Progo Atas sendiri berkisar antara 15 meter sampai 20 meter. Ada 3 jeram yang cukup menantang di sungai ini yaitu jeram S, jeram prodeo dan satunya saya lupa. Salah satu pengarung terjatuh dari perahu, tetapi bukan pada salah satu dari 3 jeram di atas, untungnya jeram ini tidak terlalu dalam dan arusnya tidak cukup deras sehingga rescue dapat dilakukan dengan mudah. Iseng – iseng ketika perahu kami saling bertabrakan di setelah keluar dari jeram, salah satu teman dari perahu lain saya tarik keluar dari perahu agar ikut merasakan juga bagaimana cara rescue. Sukses besar!. Karena teman saya yang satu ini badannya agak jumbo, maka tenaga ekstra dikerahkan untuk menariknya kembali ke perahu. Perjalanan dilanjutkan sampai kami menemui eddies. Eddies merupakan arus sungai yang berbalik ke hulu dikarenakan bentangan sungai seperti batu atau lebar sungai yang menyempit. Kami sengaja tidak mendayung ketika akan masuk eddies sehingga perahu tertahan di eddies dan tidak bergerak. Kami bisa istirahat sebentar.
Kami menemui jeram yang tidak terlalu deras tetapi cukup dalam. Di jeram ini kami mencoba melakukan renang jeram. Macam – macam saja polah tingkah teman – teman. Renang jeram harusnya dilakukan dengan kepala menghadap ke hilir, badan menghadap ke atas, dan kaki mengayuh untuk menghindari batu – batuan dan agar tidak cepat terbawa arus. Tetapi ada yang berenang macam gaya anjing, sambil berdiri atau kepala malah menghadap ke hulu. Akibatnya banyak yang tertabrak batuan di pinggir sungai atau meminum coffemix(air sungai saat itu berwarna coklat sehingga kami menyebutnya coffemix).
Setelah semua kembali ke perahu pengarungan kembali dilanjutkan. Beberapa jeram terlewati dan kami sampai pada bagian yang arusnya sangat pelan. Saatnya untuk mencoba flip – flop (bukan flip – flop di sistem digital). Flip adalah keadaan saat perahu terbalik saat melewati jeram dari keadaan normal. Sedangkan Flop adalah usaha untuk membalikkan perahu kembali ke keadaan semula. Flip – flop dapat dilakukan dengan bantuan tali atau dayung. Ketika flip – flop dilakukan dengan bantuan 2 orang atau lebih rasanya sangat mudah. Tetapi ketika saya mencoba melakukan sendirian, susahnya setengah mati, walaupun sudah sekuat tenaga dikerahkan. Akhirnya saya hanya berpegangan saja pada bagian samping perahu sambil berada di dalam air, saat itu keadaan perahu sedang flip. Ternyata salah satu pemandu ada di seberang perahu tanpa saya ketahui. Lalu perahu dibalikkan dan saya tertimpa bagian dasar kapal dan ikut pula merasakan nikmatnya coffemix buatan alam.
Seingat saya setelah melalui 3 jeram lagi kami sampai di lokasi finish pengarungan. Kami menepi dan keluar dari perahu. Setelah keluar dari perahu baru dirasakan tubuh sangat lelah. Kami kembali naik mobil pick-up modifikasi tadi dan menyelesaikan pengarungan hari itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar