Pegunungan memiliki keindahan dan kemegahan yang sangat mengagumkan. Pada bagian barat Pegunungan Alpen, puncak bebatuan granit yang diselimuti glacier membuat efek takjub yang tak terkira. Warna lembut limestone(batu kapur) dari Dolomites, yang dikelilingi dataran hijau pepohonan sangat memanjakan mata. Pegunungan menempati bagian penting dari kehidupan saya dan hingga saat ini masih mewarnai kehidupan keseharian saya. Telah bertahun - tahun, selama musim panas atau musim dingin, saya telah mendaki banyak pegunungan yang berlokasi di beberapa Negara di dunia, termasuk Australia, Austria, Bolivia, Prancis, German, Islandia, Italia, Norwegia, Peru, Spanyol, Swiss, Turki dan Amerika Serikat. Sebagai instruktur nasional ski mountaineering dari Italian Alpine Club, saya menghabiskan beberapa hari dalam setahun untuk mengajar di sebuah sekolah yang terletak di dekat tempat kampung halaman saya.
“Respect the Unstable” adalah judul dari inagurasi terkenal penghargaan Bode Lecture oleh Gunter Stein. Pegunungan seringkali tidak stabil, contohnya, bebatuan yang tiba – tiba berjatuhan puncak granit atau kapur. Atau, bayangkan tentang longsoran yang sewaktu – waktu dapat terjadi dari lereng bersalju yang curam. Fenomena alam ini bisa mencelakakan manusia saat pendakian gunung atau wisata ski. Fenomena – fenomena alam ini sangat sulit ditebak walaupun intensitas kejadiannya sangat langka, tetapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknik pengambilan sampel dapat menjelaskan fenomena ini dalam sistem yang kompleks. Akhir – akhir ini kita semua telah mengalami contoh mengagetkan dari ketidakstabilan gunung yang mempengaruhi kehidupan secara global. Saya merujuk kepada letusan gunung berapi Eyjafjallajőkull di Islandia yang debu vulkaniknya menutupi sebagian besar wilayah eropa dan menyebabkan gangguan besar pada sistem transportasi penerbangan. Beberapa tahun yang lalu, saya bersama teman – teman mengeksplorasi beberapa pegunungan di Islandia, diantaranya puncak Hvannadalshnúkur. Ini adalah puncak tertinggi dan dikelilingi oleh glacier Vatnajőkull, salah satu yang terbesar di eropa. Saat itu kami juga melihat Skógafoss, air terjun yang indah, yang terletak sangat dekat dari glacier Eyjafjallajőkull. Gunung bearapi lain yang telah membuat saya terkagum – kagum adalah Monte Etna di Sisilia (pemandangan dari puncak kawah utamanya sangat mengagumkan) dan Mount St. Helens di Washington State (yang dikenal luas karena letusan dahsyatnya pada tahun 1980).
Mountaineering bukanlah kegiatan sinting, yang seperti banyak orang percaya. Mountaineering adalah tentang mengontrol resiko yang terkait kegiatan petualangan ini. Tidak diragukan bahwa ini adalah olahraga yang berbahaya. Sekarang, teknologi modern menyediakan bantuan yang penting, contohnya, laporan cuaca harian yang valid dan perkiraan resiko longsor yang dikelompokkan berdasarkan area dari Pegunungan Alpen dan dapat diakses secara online. Sistem – sistem di atas canggih, mudah diakses dan dapat diandalkan. Tentunya, sistem tersebut membuat kita lebih akurat dalam membuat prediksi, meminimalkan resiko, dan membuat kita lebih nyaman dalam melakukan kegiatan mountaineering. Terkadang, karena lingkungan yang tidak stabil, factor – factor yang tidak dapat diprediksi, yang kemudian hanya dapat dijelaskan dengan analisis aposteriori, dapat muncul. Dalam kasus seperti ponsel dan telepon satelit, peralatan elektronik yang dapat berguna untuk penyelamatan bisa tidak berfungso karena tertutup longsor, dan peralatan kompleks lainnya menjadi tidak berguna. Kita dapat meminimalkan resiko, kita bisa membuat peralatan lain yang lebih canggih, tetapi kita harus mengakui pegunungan dan alam tidak akan pernah bisa kita kontrol. Mungkin inilah bagian dari kecantikan alam yang menantang.
Roberto Tempo, President of IEEE CSS
diambil dari CSS magazine edisi Desember 2010 volume 30 number 6
Roberto Tempo, President of IEEE CSS
diambil dari CSS magazine edisi Desember 2010 volume 30 number 6
ARTIKEL MERBABU NDI?
BalasHapusO Y OJO LALI TANGGAL 20 Y NAVRAT
sepi cuk.. do neng endi cah-cah?
BalasHapus