Selasa, 23 November 2010

Gunung Berapi

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya daripada suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.

Terbentuknya gunung berapi dikarenakan tabrakan dari dua tektonic plate atau lempeng tektonik yaitu lempeng benua dan lempeng samudra. Lempeng benua dan lempeng samudera memiliki bahan yang berbeda (lempeng benua dari SiAl / Silicon and Allumunium dan lempeng samudera dari SiMa / Silicon and Magnesium). Allumunium lebih "ringan" dari magnesium sehingga apabila lempeng samudra bertabrakan dengan lempeng benua cenderung berada di bawah dan lempeng benua berada di atas. Tempat lempeng samudera dan lempeng benua tubrukan itu disebut zona subduksi / subduction zone. Dari tabrakan inilah terjadi sebuah gesekan dari 2 lempeng tersebut sehingga terbentuklah sebuah atau jajaran gunung api. Gunung api terdapat di daerah tabrakan antara lempeng samudera dan lempeng benua (zona subduksi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar