Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia akan berangkat menuju Afrika dan Eropa (Rusia). Pada akhir Juli mendatang, Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Wanadri direncanakan menaklukan puncak Kilimanjoro (5.892 meter) dan Elbrus (5.652 meter) di Afrika dan Eropa.
Puncak pertama yang berhasil didaki pada April lalu adalah Ndugu-ndugu atau Cartensz Pyramid di Papua setinggi 4.884 meter. Empat puncak akan didaki lagi sampai dengan Mei 2012, yaitu Aconcagua (6.962 meter) di Argentina, Denalia atau MC Kinley (6.194) di Alaska, Vinson Massif (4.897 meter) di Antartika serta gunung tertinggi di dunia, yaitu Sagarmantha atau Everest (8.850 meter) di Nepal.
Tim terdiri dari anggota perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung Wanadri, yaitu Ardesir Yaftebbi, Iwan Irawan, Martin Rimbawan, Fajri Al Luthfi, Nurhuda, dan Gina Afriani.
Wapres Boediono mendoakan Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Wanadri mencapai prestasi dengan berhasil sampai ke puncak gunung yang dituju serta kembali ke Indonesia dengan selamat. Hal itu disampaikan Wapres Boediono saat menerima dan melepas keberangkatam Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Wanadri, Rabu (21/7/2010) siang, di Istana Wapres, Jakarta. Dalam acara itu hadir Ketua Tim Ekspedisi mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, Ketua Tim Harian Ekspedisi Yopie Rekson serta enam orang pendaki lainnya. Hadir pula anggota senior dan anggota luar biasa Wanadri, mantan menteri di era Presiden Soeharto, Sarwono Kusumaatmadja dan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ery Riyana Hardjapamekas serta Ketua Umum Dewan Pengurus Wanadri Darmanto.
Menjawab harapan Wapres, Endriartono dalam keterangan pers menyatakan bahwa tim pendaki diatur sedemikian rupa dari yang tertua sampai yang junior. "Diharapkan tujuh puncak bisa dicapai oleh enam orang anggota pendaki. Semuanya sudah dibekali dengan kemampuan. Namun, jika ada yang tidak mampu, harus ada anggota tim lainnya yang bisa menggantikannya. Jadi, ada perencanaan darurat jika terjadi apa-apa," katanya.
Pendaki gunung senior Ogun, yang hadir dalam keterangan pers menambahkan, anggota tim harus jujur pada diri sendiri dan sesama tim lainnya. "Jika memang sudah pusing atau tidak fit, dia harus digantikan oleh anggota tim-nya yang lain. Itu cara mengatasi ego pendaki saat di medan pendakian," ungkap Ogun.
Diambil dari kompas (20 dan 21 juli 2010)
Diambil dari kompas (20 dan 21 juli 2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar