Jumat, 27 Agustus 2010

Dampak El Nino dan La Nina di Berbagai Sektor di Indonesia

Disektor irigasi, hasil kajian menyebutkan bahwa kondisi beberapa DAS di Indonesia cukup kritis dan jumlahnya semakin banyak, khususnya di Jawa. Pada tahun 1997/1998 akibat el nino yang berdampak pada penurunan curah hujan secara drastis, menyebabkan penurunan debit air  di bendungan dan waduk di Jawa. Kekurangan air irigasi di banyak daerah ditambah peristiwa anomali iklim yang berlangsung 14 bulan berturut – turut antara Maret 1997 higga April 1998 menyebabkan menurunnya produksi beras di dalam negeri. Akibatnya pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis beras, sehingga impor beras meningkat tajam dari sekitar 1 – 2 juta ton per tahun selama 1990- 1996 mnjadi 5,8 juta ton pada tahun 1998.
Selain itu berdasarkan analisis terhadap data debit minimum dan maksimum dari 52 sungai yang tersebar di Indonesia terlihat bahwa jumlah sungai yang debit minimumnya berpotensi untuk menimbulkan masalah kekeringan meningkat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa daerah aliran sungai di wilayah Indonesia setelah tahun 1990- banyak yang sudah mengalami degradasi sehingga adanya penyimpangan iklim dalam bentuk penurunan atau peningkatan hujan jauh dari normal akan langsung menimbulkan penurunan atau peningkatan yang tajam dari debit minimum atau debit maksimum (kekeringan hidrologis). Di samping menimbulkan pengaruh terhadap besaran curah hujan dan ketersediaan air irigasi, anomali iklim anomali iklim el nino dan la nina dapat mempengaruhi lamanya periode musim hujan dan musim kemarau yang selanjutnya berimplikasi pada pergeseran musim tanam.

Kerusakan tanaman akibat kekurangan air merupakan dampak el nino yang umum terjadi. Sebaliknya kejadian la nina dapat menimbulkan kerusakan tanaman akibat kelebihan air atau banjir di samping akibat meningkatnya populasi hama dan tanaman penyakit. Dampak kekurangan atau kelebihan air tersebut terhadap kerusakan tanaman umumnya lebih parah pada tanaman muda daripada tanaman dewasa., karena resisitansi tanaman muda terhadap perubahan ketersediaan air dan cuaca umumnya lebih rendah.
Disektor perikanan dan kelautan, hasil tangkapan ikan pada tahun-tahun el nino juga dilaporkan menurun. Hal ini dikarenakan pada kondisi tersebut ketersediaan pakan bagi ikan (plankton) juga berkurang. Selain itu banyak terumbu karang yang mengalami keputihan (coral bleaching) akibat terbatasnya alga yang merupakan sumber makanan dari terumbu karang karena tidak mampu beradaptasi dengan peningkatan suhu air laut. Memanasnya air laut juga akan menggangu kehidupan jenis ikan tertentu yang sensitif terhadap naiknya suhu laut. Kondisi ini menyebabkan terjadinya migrasi ikan ke perairan lain yang lebih dingin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar