Selokan Mataram dianggap seperti
tempat pembuangan sampah. Kesadaran lingkungan yang rendah terhadap kebersihan
Selokan Mataram juga sangat memprihatinkan. Tidak ada rasa ikut memiliki dalam
budaya masyarakat khususnya daerah perkotaan. Akibatnya, mulai dari botol air
mineral, kantong plastik, hingga sampah – sampah rumah tangga lainnya
berserakan di ruas selokan. Bukan hanya itu, pembuangan limbah cair dan padat
dari rumah tangga ataupun usaha – usaha kecil yang menjamur di sana tentunya
membuat dasar selokan lebih cepat ditumpuki sedimen dan saluran cepat kotor.
Padahal Selokan Mataram sendiri dibangun untuk menghindarkan masyarakat
Jogja dari kerja paksa (Romusha) pada masa pendudukan Jepang.Sebagai saluran irigasi
Selokan Mataram menjadi sumber pengairan
bagi ribuan hektar lahan sawah yang dilewati. Suatu ironi karena karena
kemakmuran yang diciptakan menjadi
bumerang. Melihat dari nilai historis Selokan Mataram tersebut, tidaklah
berlebihan bila muncul kegundahaan akan kebersihan Selokan Mataram yang semakin
memprihatinkan pada saat ini, sehingga membuat para aktivis yang tergabung
dalam KRRJ (Komunitas Resik-Resik Jogja) merasa perlu melakukan suatu gebrakan
untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan demi
melestarikan Selokan Mataram sebagai cagar budaya, di samping untuk mengairi
persawahan.
KRRJ merupakan wadah anak- anak muda yang didirikan karena terpanggil
melihat kondisi Selokan Mataram kini.
Langkah awal KRRJ adalah bekerja sama dengan warga Pringgolayan membuat acara
“Merti Selokan” pada 7 maret 2010 yang lalu. Serangkaian acara dalam kegiatan
ini adalah mural untuk anak-anak, talkshow, pentas seni, dan diakhiri dengan
acara bersih-bersih Selokan Mataram.
Bersih – bersih ini dimaknai sebagai wujud rasa memiliki Selokan Mataram
meskipun hamper semua penduduk disana tak ada berprofesi sebagai petani paling
berkepentingan dengan saran irigasi tersebut. Oleh karena itu target bersih –
bersih tersebut adalah untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa selokan ini
ada yang memiliki.
karena kepedulian masih kurang dimiliki oleh masyarakat mungki, , ,atow karena gag punya tempadt sampah , , , ,???
BalasHapus